Hasil Tes CPNS 2008 Aceh Selatan diduga Sarat KKN

Sejumlah elemen masyarakat di Aceh Selatan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat segera membentuk tim Panitia Khusus (Pansus) untuk mengusut dugaan Praktek Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) dalam hasil tes CPNS formasi 2008 yang diumumkan Jumat (13/2) lalu. Dugaan adanya praktik KKN itu muncul karena nama-nama peserta yang dinyatakan lulus kebanyakan dari keluarga dekat para pejabat didaerah itu, sehingga hal itu sangat mengecewakan masyarakat peserta lainnya yang hanya mengandalkan bekal ilmu yang dia miliki.

"Tes CPNS ini terkesan hanya formalitas saja, sarat KKN, dan peserta yang lulus sudah dikondisikan sebelumnya," ujar Salah seorang warga Sawang, Aceh Selatan, Anhar (25), kepada wartawan Sabtu.

Dia mempertanyakan mengapa semua keluarga Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan Daska Aziz, yang ikut tes semuanya lulus. Dicontohkannya, istri Wabup yang bernama Eva Murtisal dengan nomor tes 06050047 lulus pada dua formasi, yakni formasi S1 Biologi/Akta IV dan S1 Bahasa Indonesia/Akta IV. "Tidak hanya itu, lima saudara Wabup dan saudara istrinya juga lulus semua," sebutnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan LSM yayasan Aceh Semesta (YAS) Aceh selatan dalam realise nya yang dibagikan kepada wartawan di Tapaktuan Sabtu (14/2) menanggapi keresahan masyarakat setempat yang merasa di "zalimi" terhadap hasil tes itu.

"Terhadap pengumuman hasil Tes CPNS 2008 tersebut, telah menimbulkan prasangka buruk dikalangan masyarakat terhadap pemerintah Aceh Selatan saat ini, karena dari hasil tes itu sangat jelas terlihat mayoritas orang-orang dekat dengan kalangan pejabat tertentu saja yang lulus" kata Juru bicara LSM YAS, Adi Darmawan.

Akibat "Kerakusan"

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Aceh Selatan, Drs.Rahimanuddin ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut, menyesalkan sikap Wakil Bupati (Wabub) Aceh Selatan yang dinilainya terlalu berambisi dan "Rakus" dengan lebih mementingkan kepentingan pribadinya dari pada khalayak ramai.

"Wabup terlalu mementingkan kepentingan pribadinya, hal itu terbukti disaat rapat koordinasi terakhir di Banda Aceh dengan Gubernur mengenai penetapan CPNS yang akan diumumkan itu, dimana saat itu Wabup hadir sendiri tanpa berkoordinasi lagi dengan BKD serta Bupati, dia beranggapan lebih pandai dia dengan Bupati sehingga Bapak Bupati tidak dilibatkan lagi dalam hal ini"bebernya.

Diakuinya, dalam penetapan tersebut benar-benar tidak ada rasa keadilan karena sekitar 80% CPNS yang lewat tersebut merupakan orang-orang yang direkomendasikan wabup. Hanya sekitar 20% saja yang betul-betul lewat murni.

"Biar aparat penegak hukum saja yang akan membuktikan kebenaran dari sebuah kebijakan yang otoriter ini, sehingga masyarakat tidak beranggapan buruk terhadap kinerja BKD Aceh Selatan"tuturnya.

Turunkan Pansus

Menanggapi kemelut hasil tes CPNS 2008 Aceh selatan yang sarat KKN itu, DPRK setempat berjanji dalam waktu dekat akan segera menurunkan tim pansus mengusut dugaan praktek "kotor" itu.

"Saya telah berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk secepatnya dibentuk tim pansus dan dapat dipastikan hari senin ini tim akan segera bekerja" kata ketua komisi C DPRK, T.Mudatsir. (Hendri.Z)

sumber: achehpress.com
edisi 14/02/2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar