Aceh Selatan - Pembahasan Rancangan Anggaran dan Belanja Kabupaten (RAPBK) Aceh Selatan tahun anggaran 2009 diperkirakan terus berlarut dan sangat dilematis serta serba tanggung sehingga kembali mengalami jalan buntu menyusul tingginya angka deficit yang diajukan pihak eksekutif melalui Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Padahal angka deficit maksimal yang dibolehkan oleh ketentuan hanya 3 % dari keseluruhan RAPBK Aceh Selatan yang diusulkan.
Sementara disatu sisi, pihak eksekutif melalui masing-masing SKPD harus mengusulkan atau mengajukan anggaran kebutuhan yang telah menjadi program kerjanya secara maksimal sesuai kebutuhan dilapangan. "Mengingat kondisi keuangan daerah tahun 2009 ini yang sangat memprihatinkan, diminta agar penggunaan anggaran dimasing-masing SKPD dapat dilakukan secara efisien dan tepat sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan,sehingga capaian kinerja dapat terealisasi dengan baik" kata ketua tim perumus panitia anggaran legislatif, T.Mudatsir dalam laporannya pada sidang paripurna I RAPBK 2009 diDPRK setempat, Rabu (4/2) lalu.
Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan,Tgk.Husin Yusuf dalam pidato pengantar nota keuangan RAPBK Aceh Selatan tahun anggaran 2009 dihadapan sidang Paripurna Dewan menyebutkan, dalam RAPBK 2009 ini direncanakan belanja daerah sebesar Rp.471 Milyar lebih yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.304 Milyar lebih dengan perincian belanja pegawai sebesar Rp.273 Milyar lebih, bunga utang pada departemen keuangan RI sebesar Rp.227 Milyar lebih, belanja subsidi sebesar Rp.3,5 Milyar, belanja hibah sebesar Rp.23 Milyar, belanja bantuan social sebesar Rp.1,2 Milyar, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa sebesar Rp.65 juta dan belanja tidak terduga sebesar Rp.2,5
Milyar.
Untuk belanja langsung, Pemda Aceh Selatan berencana akan menganggarkan sebesar Rp.167 Milyar lebih, yang akan dipergunakan untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.
Sedangkan pendapatan daerah hanya sebesar Rp.437 Milyar, sehingga setelah dikurangi dengan keseluruhan belanja daerah, RAPBK Aceh Selatan tahun anggaran 2009 mengalami Defisit sebesar Rp.33 Milyar lebih.
Sementara berdasarkan proyeksi RAPBK 2009 versi tim panggar DPRK yang dilaporkan T.Mudatsir dalam rapat paripurna mencuat angka, pendapatan direncanakan sebesar Rp.437 Milyar lebih dan Belanja daerah sebesar Rp.468 Milyar lebih sehingga timbul angka deficit sebesar Rp.30 Milyar lebih dimana angka deficit tersebut merupakan angka deficit maksimal yang dibenarkan dalam aturan.
Penyebab lainnya, karena bertambahnya belanja tidak langsung untuk membayar gaji CPNS pengangkatan formasi umum dan formasi honorer yang telah mencapai 1.621 orang, ditambah lagi anggaran tunjangan kesejahteraan (TC) bagi para PNS dilingkungan sekdakab setempat. Sedangkan penyebab bertambahnya dana Hibah karena banyaknya event-event penting yang harus dilaksanakan seperti Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V yang akan dilaksanakan Agustus mendatang di Banda Aceh, PORDA, MTQ serta Pemilu yang diperkirakan untuk keseluruhan kegiatan tersebut Pemda harus menyediakan dana sebesar Rp.10 Milyar lebih.[Hendri.Z).
Sumber: achehpress.com
edisi 07/02/2009
Sementara disatu sisi, pihak eksekutif melalui masing-masing SKPD harus mengusulkan atau mengajukan anggaran kebutuhan yang telah menjadi program kerjanya secara maksimal sesuai kebutuhan dilapangan. "Mengingat kondisi keuangan daerah tahun 2009 ini yang sangat memprihatinkan, diminta agar penggunaan anggaran dimasing-masing SKPD dapat dilakukan secara efisien dan tepat sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan,sehingga capaian kinerja dapat terealisasi dengan baik" kata ketua tim perumus panitia anggaran legislatif, T.Mudatsir dalam laporannya pada sidang paripurna I RAPBK 2009 diDPRK setempat, Rabu (4/2) lalu.
Sebelumnya, Bupati Aceh Selatan,Tgk.Husin Yusuf dalam pidato pengantar nota keuangan RAPBK Aceh Selatan tahun anggaran 2009 dihadapan sidang Paripurna Dewan menyebutkan, dalam RAPBK 2009 ini direncanakan belanja daerah sebesar Rp.471 Milyar lebih yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.304 Milyar lebih dengan perincian belanja pegawai sebesar Rp.273 Milyar lebih, bunga utang pada departemen keuangan RI sebesar Rp.227 Milyar lebih, belanja subsidi sebesar Rp.3,5 Milyar, belanja hibah sebesar Rp.23 Milyar, belanja bantuan social sebesar Rp.1,2 Milyar, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa sebesar Rp.65 juta dan belanja tidak terduga sebesar Rp.2,5
Milyar.
Untuk belanja langsung, Pemda Aceh Selatan berencana akan menganggarkan sebesar Rp.167 Milyar lebih, yang akan dipergunakan untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal.
Sedangkan pendapatan daerah hanya sebesar Rp.437 Milyar, sehingga setelah dikurangi dengan keseluruhan belanja daerah, RAPBK Aceh Selatan tahun anggaran 2009 mengalami Defisit sebesar Rp.33 Milyar lebih.
Sementara berdasarkan proyeksi RAPBK 2009 versi tim panggar DPRK yang dilaporkan T.Mudatsir dalam rapat paripurna mencuat angka, pendapatan direncanakan sebesar Rp.437 Milyar lebih dan Belanja daerah sebesar Rp.468 Milyar lebih sehingga timbul angka deficit sebesar Rp.30 Milyar lebih dimana angka deficit tersebut merupakan angka deficit maksimal yang dibenarkan dalam aturan.
Penyebab lainnya, karena bertambahnya belanja tidak langsung untuk membayar gaji CPNS pengangkatan formasi umum dan formasi honorer yang telah mencapai 1.621 orang, ditambah lagi anggaran tunjangan kesejahteraan (TC) bagi para PNS dilingkungan sekdakab setempat. Sedangkan penyebab bertambahnya dana Hibah karena banyaknya event-event penting yang harus dilaksanakan seperti Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V yang akan dilaksanakan Agustus mendatang di Banda Aceh, PORDA, MTQ serta Pemilu yang diperkirakan untuk keseluruhan kegiatan tersebut Pemda harus menyediakan dana sebesar Rp.10 Milyar lebih.[Hendri.Z).
Sumber: achehpress.com
edisi 07/02/2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar